Sejarah Penyakit Asma Yuk Pelajari Lebih Dalam

Penyakit asma sendiri dari dulu sudah dikenal pertama kali di Mesir Kuno yang dimana diobati dengan menggunakan berupa minuman sejenis ramuan bernama dupa yang dahulu sangat dikenal sebagai kifi. Permasalahan asma ini sudah diklarifikasi dan di tetapkan sebagai penyakit pernafasan oleh Hippokrates sekitar pada tahun 450 sebelum masehi. Dengan menggunakan nama yunani yang mempunyai arti “terengah engah” membuat betuk dasarnya dari nama modern. Kemudian sekitar pada tahun 200 Sebelum Masehi penyakit tersebut sangat dipercaya bahwa timbulnya dari penyakit asma teersebut dikarenakan ada sangkut pautnya dengan kondisi emosi seseorang.

Pada tahun 1873, pertama kali sebuah pengobatan modern di dalam permasalahan ini mencoba menjelaskan patofisiologi daripada penyakit tersebut, disamping itu pada tahun 1872 bawasanya penyakit asma bisa di atasi atau disembuhkan dengan cara menggosokkan dada dengan obat gosok berupa klorofom. Perawatan terhadap penyakit asma pada tahun 1880 termasuk dalam penggunaan yang bernama intravena yang dimana disebut dengan pilokarpin. Kemudian munculah teori yang mengatakan bahwa penyakit asma sangat ada hubunganya dengan asma itu sendiri dan juga rhinitis alergi yang dimana pada tahun 1886 yang menyebutkan terori adalah F.H. Bosworth. Penggunaan epinefrin pertama kalinya dalam mengatasi penyakit asma digunakan pada tahun 1905.Sejarah Penyakit Asma Yuk Pelajari Lebih Dalam

Dan kemudian kortisteroid oral yang dimana mulai digunakan untuk membantu dalam mengobati penyakit asma ini pada tahun 1950 an sedangkan kortisteroid agonis beta aksi pendek dan hirup mulai banyak di terapkan atau digunakan sekitar pada tahun 1960an. Dan selama di tahun 1930 an sampai 1950 an, penyakit asma sudah mulai dikenal bawasanya termasuk dalam salah satu dari tujuh besar dalam jenis penyakit psikosomatik.

Yang dimana pemicu atau penyebabnya sangat dipercaya bersangkut paut dengan psikologis yang dimana dengan pengobatan sering di dasarkan pada psikoanalisa dan juga metode penyembuhanya dengan bicara lain, dikarenakan para psikoanalis tersebut menganggap mengi asma sebagai gambaran seperti tangisan anak yang dimana tertahan dikarenakan anak tersebut yang sedang mencari ibunya, mereka tersebut beranggapan bahwa pengobatan depresi sangat penting bagi setiap individu yang sedang mengalami penyakit asma

Di saat ini terutama di negara negara berkembang, penyakit asma sudah semakin banyak terjadi pada anak anak dibandingkan penyakit asma yang terjadi pada orang dewasa. Meski penyakit asma sendiri tidak dapat disembuhkan, tetapi permasalahan pernafasan yang satu ini bisa kita kendalikan supaya tidak terjadi serangan yang membahayakan. Selama penyakit asma sekali terkendalikan, maka penderita penyakit asma tersebut bisa menjalani kehidupan yang sehat. Mengingat bawasanya penyakit asma ini sangat berbahaya maka kita harus mencegahnya dan mengendalikanya dengan salah satu alternatif mengonsumsi susu kambing etawa, karena disisi lain bagus untuk pencernaan juga bagus untuk dalam permasalahan pernafasan terutama asma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *